Senin, 10 Agustus 2015

Persimpangan Rindu

Kertosari- 16.51

Terpana melihat persimpangan ini
Rindu ini memerah cinta
Secawan murka bercampur kesedihan kutegak habis
Suguhan yang membuatku limbung
Angin terus membisikkan benci
Dan kamu hanya terpana dari jauh memandangku
Entah setan mana menemanimu
Diam, entah gengsi atau perasaan bersalah
Ayolah...siapa yang bisa menerka dalamnya palung hatimu?
Kamu misterius dan tidak tersentuh.
Dan aku masih ada di persimpangan rindu
Antara menuju kearahmu atau mencari arah mata anginku 
Aku masih di persimpangan rindu...hingga akhir Desember nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar