Sabtu, 29 Agustus 2015

Memandangmu

Kita saling memandang dan terdiam
Kamu berdiri di tebing tinggi
Aku di tepi pantai kepulauan
Terpisah laut dengan ombak besar
Sendiri tanpa teman bicara
Menuju kearahmu?
Memandang laut saja aku takut apalagi harus menyeberanginya. 

Rabu, 26 Agustus 2015

Diluar pemahaman

Aku sekarat cinta
Tertikam pisaumu yg berkarat
Nafasku naik turun
Pelangi indah memintaku bertahan
Malam menjadi saksi bisu kesakitanku
Aku tdk mati cinta....pisau itu sudah dicabut
Lukaku dalam bernanah dan meninggalkan bekas
Angin marah saat aku masih bisa memanggilmu cinta
"Kesakitan jenis apalagi yg kamu inginkan?" ujarnya

Kamis, 20 Agustus 2015

Hati rasa abu

Pernah lihat langit hujan abu saat erupsi gunung?
Coba pandang sambil mendongak keatas
Ga hanya warnanya kelabu dan terlihat tidak menarik
Belum lagi gangguan mata dan abu yang berterbangan
Seperti itu suasana hati ini sekarang....buruk!

Berprasangka baik saja....
Tidak menariknya si abu gunung saat turun
Tapi abu itu benar - membawa kesuburan bagi tanah setelahnya
Dan pastinya setelah hati suasana abu berakhir
Akan hadir aku yang lebih kuat dari sebelumnya

Senin, 10 Agustus 2015

Pelangi kecil

Kamu tau...
Pelangi itu belum lupa pada sinarmu
Bahkan saat turun hujan warna warni
Merajuk...pandangmu.Sapalah sesaat...
Dia mirip denganku cinta
Begitu setia pada hatinya sekalipun kadang tak tahu dia siapa
Hanya pelangi kecil

#salam rindu dari pelangi  kecilmu

Dengar suaraku

Lenguhanku kau rindukan
Jangan munafik
Nafasku tersengal
Cintaku mengalir deras saat waktu kantuk menyergap
"Temani aku"ucapku merajuk
Sayang...bulan tak lagi sama
Aku terus memanggilmu
Dan kamu...pasti mendengar suaraku

Persimpangan Rindu

Kertosari- 16.51

Terpana melihat persimpangan ini
Rindu ini memerah cinta
Secawan murka bercampur kesedihan kutegak habis
Suguhan yang membuatku limbung
Angin terus membisikkan benci
Dan kamu hanya terpana dari jauh memandangku
Entah setan mana menemanimu
Diam, entah gengsi atau perasaan bersalah
Ayolah...siapa yang bisa menerka dalamnya palung hatimu?
Kamu misterius dan tidak tersentuh.
Dan aku masih ada di persimpangan rindu
Antara menuju kearahmu atau mencari arah mata anginku 
Aku masih di persimpangan rindu...hingga akhir Desember nanti.

Kamis, 06 Agustus 2015

Jalan ini milikmu

Berjalanlah pelan seperti seorang petualang
Bukan tujuan tapi proses dan itulah hasil
Pengalaman tak ternilai
Menyesal telah menyusuri jalan ini?
Jangan pernah!
Disetiap jalan dan pemberhentianmu selalu ada pembelajaran
Percaya?

Ikhlas itu hati

Ingin menangis pagi ini
Langitku kelabu
Benci aku pada duniaku yg selalu memberi tahu
Kamu dan kamu...selalu....
Rindumu pada pacarmu
Aku?
Hanya wanita di tepian hatimu.
Aku belum ikhlas

Rabu, 05 Agustus 2015

Aku berteman kamu

Aku berteman kamu...
Waktu yang telah terlewatkan
Yang kalian sangka tertulis di pasir
Namun nyatanya seperti sembilu lagu cengeng puluhan tahun  lalu
Diingat....bukan karena sakit atau senangnya
Tapi bagaimana aku memiliki kamu seumur hidupku
Sebagai kekasih.

Selasa, 04 Agustus 2015

Its me

Sebulan ĺalu masih sekurus ini

Kuawali sendiri

Ini awal saat semua berlalu terlalu cepat
melupakan pena berganti ingatan yang semakin kusam
aku tidak lelah....
hanya serpihan debu ini semakin tipis dan mungkin tak lagi bersisa
Jalan mundur tak lagi seperti kelihatannya
mungkin sekedar menoleh dan nanti akan kembali terhirup hawa segarnya
Kenangan dan nostalgia....aku terjebak didalamnya.