Kamis, 26 Januari 2017

Chapter 3

Sudah...
Merasakan bagian kedua seperti hal aneh yg harus kutelan manis
Setengah bingung tapi tetap kumaknai manis
Sebentar...
Apa lidah sudah mati rasa?
Tidak lagi bisa membedakan rasa
Apa perdulimu akan rasaku?
Baiklah...
Masalahnya ada padaku.

Senin, 09 Januari 2017

Chapter 2

Tidak pernah kubayangkan
Yg kubaca yg kumaknai
Dan ternyata kualami
Trauma....
Kamu yg selalu tdk percaya kejujuranku
Kamu yg selalu menuduhku
Dan aku wanita bodoh yg selalu mencintaimu

Rabu, 28 Desember 2016

Chapter 1

Entah kenapa...
Berbalik rasa saat bayangmu masih kuinginkan
Masih patutkah?Setelah semua kekacauan yg terjadi.Aku salah begitupun kamu.
Apakah hati tak lagi berbagi maaf?
Tak setitik debupun dendam kupunya
Walaupun hny bayangan ternyata km tetaplah raja dihatiku
Dan bayangan2 lain itu yg kutakutkan
Sekarat berdarah2 saat pedang mereka menikam persis di jantungku
Aku takut pada bayangan selain kamu

Kamis, 26 Mei 2016

Cinta yang lembut

Mendadak aku merindukan cinta yg lembut
Seperti whipped cream
Sejenis itukah?
Masih bisakah memory ini kembali?
Merasakan lembutnya cinta
Aku rindu kamu
Mengerti??
Semua tentang kamu
Bukan hanya tentang lembutnya cintamu
Antara malu atau aku angkuh
Aku mohon....
Kembalilah...aku butuh kamu.

Sabtu, 16 April 2016

Menunggu purnama

Aku menolak berdasar kepantasan
Bukankah hidup dikelilingi moral dan kepatutan
Hatiku menolak dr segala rasa nyaman
Bukankah aku rindu damai?
Cukup ada dipelukanmu tanpa daya dalam cinta
Aku tak lagi melawan
Jika sudah saatnya purnama tiba
Akan ku ucapkan janji cintaku
Kepadamu...kekasih yg selalu kutolak kehadirannya.

Selasa, 29 Maret 2016

Bimbang berteman ragu

Tidak mudah menjatuhkan hati
Kemudian cerita malam tentang berbagi
Cemburu itu semacam penyakit akut
Aku bertanya...
Semudah itukah membunuh rasa?
Berhenti saja jika peluh tak menjadi keluh
Namun semacam matahari yg pasti
Menyakitiku bukan ide yg baik

Senin, 28 Maret 2016

Bayang

Termakan matahari bayangmu hilang
Dia pergi selaksa lembayung senja
Aku murung...
Masih memikirkan kita di alam berbeda
Jika takdir kita menjadi surat
Bahkan tersiratpun tidak bila aku akan kehilanganmu
Cintaku masih sekuat dulu
Bercumbu dengan rindu tanpa pengharapan
Bayang...pergi,pelan,rapuh kuasaku pudar